Pesawat Tenaga Surya Terbang di Atas Pegunungan Alpen, Masa Depan 'Penerbangan Fosil' Dipertanyakan
Pesawat Solar Stratos bahkan mampu terbang sejajar dengan pesawat jet komersial berbahan bakar fosil.
MOSAIC-INDONESIA.COM; Tahun 2025 ditutup dengan inovasi menakjubkan dalam energi bersih terbarukan. Untuk pertamakalinya, pesawat bertenaga matahari milik SolarStratos berhasil melesat di atas ketinggian 31 ribu kaki. Penerbangan yang berhasil menempuh jarak 8.224 mil tersebut bahkan mengguncang industri aviasi apakah pesawat berbahan bakar avtur masih relevan digunakan pada masa depan?
SolarStratos melesat ke stratosfer untuk memecahkan rekor. Dipiloti oleh Raphaël Domjan, seorang penjelajah lingkungan asal Swiss, pesawat yang hanya bergantung pada tenaga matahari tersebut sukses terbang tanpa bahan bakar. Selain memecahkan rekor, misi penerbangan ini pun berhasil menunjukkan bahwa dunia penerbangan tidak perlu lagi bergantung pada bahan bakar fosil.
Raphaël Domjan membawa pesawat dengan sayap berukuran total 24 meter tersebut mengangkasa di atas Pegunungan Alpen Swiss. Misi yang diselesaikan dari Bandara Sion di Swiss barat daya, melampaui rekor bersertifikat 15 tahun yang lalu yaitu terbang di atas ketinggian 30.298 kaki.
Pesawat putih ramping Domjan, yang dibangun oleh perusahaan energi bersih SolarStratos, memanfaatkan termal hangat dan sinar matahari murni ke udara tipis, begitu tinggi. Domjan bahkan mendapati dirinya berbagi ruang udara dengan pesawat jet komersial.
Pencapaian ini dinilai sebagai salah satu puncak tak terlupakan yang mendefinisikan petualangan manusia dan teknologi yang hebat,"kata SolarStratos dalam sebuah pernyataan pada 12 Desember 2025 seperti dilansir dari laman Weather.com.
Bagi Domjan, seorang pendukung sejati inovasi energi surya, momentum tersebut lebih dari sekadar rekor. "Saya benar-benar jatuh cinta dengan energi ini," katanya dengan gembira. "Di mana pun di planet ini Anda dapat menemukan matahari. Jadi bagi saya, ini benar-benar masa depan umat manusia."
Meski demikian, Domjan mengatakan, banyak yang masih meremehkan kekuatan teknologi surya modern. “Orang lain berpikir itu mahal dan mereka berpikir tidak ada cukup daya,” katanya. “Ini tidak benar saat ini, ini mungkin energi termurah yang pernah ada,"jelas dia.
Upaya pemecahan rekornya bergantung pada satu faktor utama: mengelola energi itu dengan cerdas. "Anda perlu menjaga energi, Anda perlu terbang dengan kecepatan yang baik, dengan daya yang baik, untuk selalu berada pada kondisi optimal,"jelas dia.
Tanpa bahan bakar di pesawat, setiap watt sangat berarti. Baterai pesawat harus diisi daya selama satu setengah hari di bawah sinar matahari sebelum lepas landas. Saat Domjan mendarat hampir lima jam kemudian, baterainya menunjukkan sekitar 20%, cukup untuk keselamatan, tetapi cukup dekat untuk menggarisbawahi betapa ketatnya margin yang ada.
Domjan mengatakan, dia tertarik pada tenaga surya karena menghasilkan energi yang sangat besar, bersih, dan tersedia tanpa batas yang menurutnya adalah "masa depan umat manusia."
Lihat postingan ini di Instagram
Jauh di atas Pegunungan Alpen, Domjan mendapati dirinya sejajar dengan sebuah pesawat jet komersial.“Saya terbang dengan pesawat penumpang! Pada ketinggian yang sama, saya dapat melihat itu adalah penerbangan Lufthansa, sebuah Airbus A320,” kenangnya. “Mereka berpikir, itu tidak mungkin!”
Domjan pun mampu menyaksikan bumi yang terbentang luas. “Dari tempat saya berada, saya tepat di atas Matterhorn dan saya bisa melihat Laut Mediterania,” katanya, sambil menyebutkan cuaca cerah dan indah yang dialaminya selama penerbangan. “Itu benar-benar menakjubkan. Saya bisa melihat sangat jauh.”
Beberapa hari sebelumnya, angin di ketinggian 30.000 kaki bertiup hampir 80 knot, dua kali kecepatan udara Domjan sendiri. “Saya mungkin akan melayang ke Italia,”kelakar dia.
SolarStratos adalah salah satu penerbangan berawak pertama yang menggunakan 100% energi terbarukan. Tanpa penggunaan bahan bakar fosil yang telah lama mendominasi industri pesawat terbang, penerbangan ini tidak akan menghasilkan emisi. Proyek ini telah menunjukkan kepada dunia bagaimana energi surya yang bersih dapat menghasilkan pesawat yang terbang ke lapisan teratas atmosfer Bumi.