Sedekah Energi Sambangi Garut

Sedekah Energi bertempat di Masjid Al Khoiriyah, Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Garut.

Apr 1, 2025 - 21:43
Sedekah Energi Sambangi Garut
Pemasangan Panel Surya di Masjid Al Khoiriyah, Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Garut.

MOSAIC-INDONESIA.COM, GARUT — Moslem for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) kembali merilis program Sedekah Energi untuk yang ketigakalinya. Sedekah Energi yang dirilis pada Senin (24/3/2025) tersebut kini bertempat di Masjid Al Khoiriyah, Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Desa Karyasari, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Program ini resmi diserahterimakan kepada pihak warga dan pondok pesantren dengan telah melatih puluhan warga termasuk santri untuk mampu mengelola panel surya secara mandiri. Ketua Pondok Pesantren Manbaul Ulum Kyai Muhammad Sambas Assyafii menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan panel surya yang diberikan.

"Pemanfaatan teknologi pembangkit listrik tenaga surya ini diharapkan menjadi solusi relevan untuk memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan di berbagai sektor, terutama di masjid dan lingkungan pesantren serta masyarakat yang sering terdampak pemutusan listrik," ujar dia.

Penerapan PLTS ini pun dinilai  menjadikan pemenuhan energi secara fleksibel, cepat, dan praktis. Pesantren dan masjid berkolaborasi dengan MOSAIC disebut telah mengambil langkah progresif dengan memanfaatkan atap untuk pemasangan panel surya. "Sehingga mengurangi ketergantungan pada energi konvensional," ujarnya.

Selain menghemat biaya, hal ini menurutnya juga menjadi bukti bahwa pesantren terbuka dengan teknologi dan kerja sama. Terutama untuk mewujudkan sumber daya santri dan pesantren yang mandiri, progresif, dan modern.

Project Lead Sedekah Energi dari MOSAIC Elok F. Mutia mengatakan program ini sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan. Pemilihan masjid Al Khoiriyah tahun ini menurutnya diawali dengan survei terlebih dahulu. "Juga atas rekomendasi dari Rumah Salman Garut, yang menceritakan tentang inisiasi dari masyarakat di Desa Karyasari, di masjid Al Khoeriyah ini," katanya.

 Ia pun menegaskan bahwa panel surya ini berasal dari sedekah masyarakat di seluruh Indonesia. Dia berharap, masyarakat bisa merawatnya dengan baik agar bisa dimanfaatkan hingga 25 tahun ke depan. Daya sebesar 5.750 WP telah dihasilkan oleh PLTS ini dan mampu mendukung kebutuhan listrik, tidak hanya untuk kegiatan ibadah dan sosial yang ada di Masjid dan Pondok Pesantren, namun juga dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat Desa Karyasari.

Salah satunya adalah subsidi listrik untuk pompa air budidaya ikan nila dan pertanian hidroponik. Budidaya ini merupakan bagian dari program pengentasan stunting yang dikelola oleh BumDes. Hingga saat ini lebih dari 30 orang warga, santri dan perangkat desa yang berada di sekitar masjid telah mendapatkan pelatihan, termasuk 9 orang perempuan. Pelatihan juga dilakukan kepada lembaga dan komunitas desa seperti Ibu-Ibu PKK, Posyandu, Komunitas anak muda Patkuy, dan kelompok tani. Mereka turut serta dan antusias dalam mempelajari cara pemanfaatan PLTS atap dan bagaimana dapat terlibat dalam perawatan dan pengembangan PLTS ini.

 "Kami cuma punya ilmu untuk menularkan dan mengajarkan, kemarin seminggu kami sudah memberi pelatihan kepada perwakilan masyarakat untuk pemasangan dan perawatan. Saya berharap besar program ini bisa menginspirasi Kabupaten Garut, kecamatan, hingga desa untuk bisa tertarik diadopsi programnya dan diduplikasi di masjid sekitarnya. Mohon dibantu untuk dirawat agar awet selama 25 tahun tanpa kendala," ujar Mutia.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Bupati Garut drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA menyatakan dukungannya terhadap program Sedekah Energi MOSAIC. Dia menilai, sumbagan listrik ke masjid-masjid yang bersumber dari panel surya yang ramah lingkungan akan berdampak pada tempat ibadah umat Muslim. "Mari kita dukung program-program baik seperti ini,"ujar dia.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Garut dalam acara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dr. Maskud Farid juga menyampaikan apresiasi kepada MOSAIC atas bantuan panel surya yang diberikan. "Sedekah panel surya ini juga bisa di bidang pertanian agar lebih produktif," ujar dia. 

Ia pun berharap salah satu tujuan program ini untuk mengedukasi masyarakat bisa terwujud karena ia menilai pesantren Manbaul Ulum memiliki profil yang bagus untuk menjadi percontohan dan program ini bisa direplikasi di berbagai masjid dan pesantren yang lain.

Program Sedekah Energi tahun ini tengah melakukan implementasi ketiga dan keempat, setelah sebelumnya berhasil menghadirkan 100% energi terbarukan di dua masjid, yaitu di Sembalun, Lombok, dan Bantul, Yogyakarta. Dengan total kapasitas 9.600 WP panel surya, di tahap pertama program ini telah didukung lebih dari 5.000 orang donatur melalui platform kitabisa.com.

Selain memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp 39 juta, program ini juga memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 1.000 orang di komunitas sekitar masjid.